Mencari Kontraktor?

Posted | 0 comments


Apa Itu Kontraktor??

Kontraktor atau yang juga dikenal dengan istilah Penyedia Jasa Pelaksana Konstruksi, merupakan salah satu bidang usaha yang memberikan jasa pelaksanaan dalam bidang pembangunan. Disebagian masyarakat istilah “kontraktor” lebih lekat dengan usaha “Jasa Pemborongan Bangunan” atau diartikan orang atau badan usaha yang melayani pengerjaan konstruksi bangungan dengan sistem pembayaran “borongan” atau satu paket pekerjaan bukan harian.

PEKERJAAN YANG DITANGANI KONTRAKTOR??

Jenis usaha yang dikerjakan oleh kontraktor bisa sangat bermacam-macam. Menurut Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi (LPJK), badan usaha jenis Jasa Pelaksana Konstruksi dapat dibagi menjadi 6 (enam) bidang, antara lain :

  • Arsitektur,
  • Elektrikal,
  • Mekanikal,
  • Pekerjaan Terintegrasi,
  • Sipil,

Pengertian bisnis kontraktor adalah perusahaan yang melakukan kontrak kerja dengan orang atau pemerintah atau perusahaan lain untuk memasok barang atau menyelesaikan jasa tertentu. Bidang kerjanya mungkin pembangunan gedung, pembuatan jalan raya, pembangunan instalasi listrik, dan penyediaan ribuan generator.

Dalam prakteknya, sebuah perusahaan kontraktor tidak menyelesaikan pekerjaan proyek tersebut secara sendirian. Bahkan, bila nilai proyeknya besar, kontraktor tersebut mencari puluhan atau ratusan kontraktor lain untuk menyelesaikan proyek. Ringkasnya, perusahaan tersebut mensubkontrakkan pekerjaan ke perusahaan-perusahaan lain. Bisnis kontraktor merupakan bisnis yang bisa dihitung cukup menggiurkan.

Hal ini disebabkan meningkatnya pembangunan baik dari sektor pemerintahan maupun swasta, bisnis perumahan, meningkatnya keinginan orang untuk membangun rumah dengan desain yang berbeda, sedikitnya waktu yang dipunyai oleh klien dikarenakan kesibukan yang cukup padat, dan kecepatan serta efisiensi pembangunan.

pengerjaan rumah tinggal

Standar kualitas kontraktor sukses

  1. Tepat waktu, menyelesaikan pembangunan sesuai dengan jangka waktu kontrak yang telah disepakati. jika bisa lebih cepat maka akan lebih baik.
  2. Menjaga hubungan baik dengan owner, suplier, masyarakat sekitar dan pihak-pihak yang terkait dengan kelancaran proyek.
  3. Menjalankan amanat dengan sebaik-baiknya.
  4. Standar kualitas bangunan terbaik.
  5. Cepat tanggap, jika ada komplain dari owner maka akan lebih baik jika segera diberikan tanggapan.
  6. Jujur, siapapun pasti tidak suka jika dibohongi, jia merugikan pemilik poyek maka selanjutnya owner akan berpikir dua kali untuk memberikan kepercayaan membangun proyek berikutnya lagi.
  7. Cerdas dalam berkarya, mengerti ilmu bangunan sehingga dapat menyelesaikan pembangunan dengan baik.
  8. Membangun sesuai gambar rencana, apabila ada yang tidak bisa diterapkan maka bisa mengajukan usulan perubahan gambar.
  9. Memilih metode kerja terbaik agar bisa menyelesaikan setiap item pekerjaan dengan biaya semurah mungkin namun tetap berkualitas bagus dan selesai dalam waktu cepat.
  10. Tim proyek yang kompak sehingga bisa bekerjasama dan berkarya dengan maksimal, untuk itu dibutuhkan pribadi-pribadi berahlak baik sekaligus berilmu tinggi, ditambah lagi adanya jiwa kepemimpinan yang tepat.
  11. Zero accident atau berusaha agar tidak terjadi kecelakaan di proyek. pekerjaan akan terhambat ketika terjadi kecelakaan, paling tidak ada waktu yang terbuang percuma untuk melakukan evakuasi. kontraktor yang sering mengalami kecelakaan juga punya resiko black list atau tidak mendapatkan perizinan untuk bekerja lagi.
  12. Pengendalian biaya, waktu dan mutu proyek. untuk proyek besar biasanya ditugaskan personil khusus untuk melakukan tanggung jawab ini, namun pengendalian proyek tidak akan dapat berjalan baik tanpa dukungan seluruh personil yang terlibat didalamnya.
  13. Kegiatan marketing atau promosi untuk mendapatkan proyek perlu diperhatikan dengan baik, intinya adalah semakin dekat dengan para owner maka semakin besar kemungkinan untuk diberi amanat untuk mengerjakan proyek.
  14. Mendaftar ke asosiasi kontraktor sehingga jaringan bisnis semakin besar.
  15. Menyelesaikan segala perizinan dengan bagus agar tidak mengganggu jalanya kegiatan proyek.
  16. Keamanan proyek juga perlu dijaga dengan baik.
  17. Teliti dalam bekerja, mengupayakan agar tidak terjadi kesalahan dalam melaksanakan proyek.
  18. Pengaturan trafic manajemen yang baik, yaitu pengaturan lalu lintas proyek agar lebih efisien dari segi waktu dan biaya.